Women and Children Resilience (WCR) Indonesia dan Polda Metro Jaya Rayakan HUT ke-78 Polwan: Perkuat Peran Perempuan dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

WCR Indonesia

15 September 2026

Jakarta, 11 September 2026 — Perempuan memiliki peran penting dalam menghadirkan rasa aman, memberikan perlindungan, sekaligus membangun ketahanan keluarga dan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) yang diselenggarakan melalui kegiatan Sharing Session bertajuk “Wujudkan Polwan Tangguh Lindungi Perempuan dan Anak – One Police Woman, Extraordinary Impact”, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Women & Children Resilience (WCR) Indonesia bersama Polda Metro Jaya tersebut berlangsung di Studio Kreasi Sasa, Jalan Letjen S. Parman Kav. 32–34, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Mengusung semangat #RiseAndSpeak, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, inspirasi, serta memperkuat perspektif mengenai peran perempuan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap persoalan perempuan dan anak.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Direktur Women and Children Resilience (WCR) Indonesia, Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si., dilanjutkan sambutan oleh Direktur Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H.

Perempuan Saling Menguatkan

Sesi utama menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang yang memiliki perhatian dan pengalaman dalam isu perempuan dan anak.

Dr. Rieke Dyah Pitaloka, Anggota DPR RI periode 2024–2029, menyampaikan sharing session bertema “Tantangan Perjuangan Women Support Women”.

Tema tersebut menegaskan pentingnya solidaritas dan dukungan antar sesama perempuan. Dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, profesional maupun personal, perempuan tidak cukup hanya didorong untuk menjadi kuat secara individu, tetapi juga perlu membangun ekosistem yang saling mendukung.

Dr Rieke Dyah Pitaloka dengan tegas mengajak para perempuan Indonesia, “Pertama, kita kawal bersama reformasi kelembagaan dan regulasi PPA PPO, dorong penataan kembali Perpres No 52 tahun 2010 beserta seluruh perubahannya, agar arah penguatan PPA PPO dari Mabes Polri, Polda, Polres Polsek semakin jelas dan berkelanjutan. Susun roadmap nasional berbasis resiko dan lengkapi dengan aturan Polri yang menetapkan standar SDM, pemerikasaan korban, fasilitas tekhnologi dan koordinasi. Kedua, kita kawal politik anggaran dan transformasi data serta pengesahan RUU Satu Data Indonesia. Ketiga, kita bangun gerakan pengawalan woman support woman PPA PPO, Polwan membawa persoalan dari lapangan, Organisasi Perempuan mengawal perspektif korban, Akademisi memberi kajian, Media menjaga perhatian publik, Pemerintah menindaklanjuti kebijakan dan DPR mengawalan regulasi anggaran dan pengawasan.” 

Sementara itu, AKBP (Purn) Endang Sri Lestari, S.H., M.Si., Pembina Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jakarta, membawakan materi “Polwan Tangguh, Berdaya Lindungi Perempuan dan Anak”.

Perspektif pengalaman kepolisian dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam menguatkan pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keberanian, kompetensi, kepedulian, serta keberpihakan pada korban.

Kehadiran para narasumber dari unsur kepolisian, legislatif, lembaga perlindungan anak, dan organisasi masyarakat sipil juga memperlihatkan bahwa upaya menciptakan perlindungan yang efektif tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

Dari Sharing hingga Demo Memasak

Selain sesi berbagi pengalaman dan gagasan, kegiatan juga dikemas secara lebih akrab melalui demo memasak bersama Studio Kreasi Sasa.

Sesi tersebut menghadirkan Rida Atmiyanti dari Studio Kreasi Sasa dan bersama Chef Kong, dengan suasana interaktif yang mempertemukan para peserta dalam aktivitas yang ringan namun tetap sarat makna.

Kegiatan bersama ini menjadi simbol bahwa membangun ketahanan perempuan juga dapat dilakukan melalui ruang-ruang kebersamaan, kreativitas, dan pemberdayaan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat suasana kebersamaan antara WCR Indonesia, Polda Metro Jaya, para narasumber, dan peserta.

One Police Woman, Extraordinary Impact

Perayaan HUT ke-78 Polwan melalui kegiatan ini membawa pesan bahwa sosok Polwan tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan, membangun kepercayaan, serta menjadi bagian dari sistem respons terhadap persoalan perempuan dan anak.

Tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi pengingat bahwa satu perempuan yang memiliki keberanian, kompetensi, empati, dan kepedulian dapat memberikan dampak yang luas bagi lingkungan di sekitarnya.

Bagi WCR Indonesia, momentum HUT Polwan ke-78 juga menjadi kesempatan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang lebih komprehensif.

Melalui semangat “Rise and Speak”, WCR Indonesia mendorong perempuan untuk berani bersuara, saling mendukung, memahami hak-haknya, serta bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan berdaya.

Karena ketika perempuan berani bersuara, perempuan lain tidak lagi merasa sendirian. Dan ketika perempuan saling menguatkan, lahirlah kekuatan yang mampu melindungi generasi berikutnya.

Foto bersama peserta dalam rangka memperingati HUT POLWAN ke-78.

Peserta mengikuti sesi berbagi pengalaman dan penguatan peran Polwan dalam melindungi perempuan dan anak.

Penyampaian materi dan inspirasi dalam sesi sharing bersama Dr. Rieke Dyah Pitaloka

Kebersamaan peserta dalam kegiatan demo masak bersama Studio Kreasi Sasa.

Foto bersama Polwan sebagai simbol semangat dan komitmen mewujudkan Polwan tangguh.