WCR Bersama PAM Jaya Dorong Ketahanan Gizi dan Air Bersih untuk Percepatan Penurunan Stunting di DKI Jakarta
WCR Indonesia
08 September 2026
Melalui Program GEMANTARA, edukasi gizi, air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih diperkuat di lima kelurahan Jakarta Utara
Jakarta — Upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi gizi. Akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, pencegahan infeksi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Woman & Children Resilience (WCR) Indonesia bersama PAM Jaya menjalankan Program Gerakan Masyarakat Peduli Gizi dan Ketahanan Air Nusantara (GEMANTARA) di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Program ini mengintegrasikan edukasi mengenai gizi seimbang, air bersih, sanitasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan stunting dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Program GEMANTARA dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi di lima kelurahan di Jakarta Utara, yaitu Rorotan, Semper Timur, Penjaringan, Semper Barat, dan Kebon Bawang. Kelima wilayah tersebut memiliki karakteristik dan tantangan yang beragam, termasuk persoalan akses air bersih, sanitasi, kepadatan penduduk, serta kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan keluarga.
Menghubungkan Gizi, Air Bersih, dan Pencegahan Stunting
GEMANTARA dibangun atas pemahaman bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Asupan gizi yang baik perlu didukung oleh ketersediaan air bersih, sanitasi yang memadai, serta praktik kebersihan yang diterapkan secara konsisten di tingkat keluarga.
Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pentingnya air bersih bagi kesehatan keluarga, sanitasi, pencegahan infeksi, serta penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Materi disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut juga menempatkan perempuan dan ibu sebagai salah satu aktor penting dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga. Selain menerima informasi, peserta didorong untuk memahami keterkaitan antara pola konsumsi, kebersihan lingkungan, kualitas air, dan kesehatan anak.
Edukasi Berbasis Masyarakat Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan
Sosialisasi GEMANTARA melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk ibu, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.
Di Kelurahan Rorotan, kegiatan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 diikuti oleh 150 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 6,2 sebelum kegiatan menjadi 8,5 setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 2,3 poin.
Di Semper Timur, sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan pada 10 Februari 2026. Skor pengetahuan meningkat dari 6,3 menjadi 8,6, dengan kenaikan sebesar 2,3 poin.
Sementara itu, di Penjaringan, sosialisasi menyasar 86 peserta di wilayah yang memiliki tantangan sanitasi dan banjir rob. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 6,4 menjadi 8,7, atau naik 2,3 poin. Materi yang diberikan mencakup gizi seimbang, air bersih, pengolahan air minum yang aman, serta PHBS.
Di Semper Barat, kegiatan yang berlangsung di RPTRA Satria Biru melibatkan 72 peserta. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 62,9 persen menjadi 86,7 persen, atau naik 23,8 poin persentase setelah mengikuti edukasi.
Adapun di Kebon Bawang, yang memiliki karakteristik wilayah padat penduduk dengan tantangan akses air bersih dan sanitasi, sebanyak 64 peserta mengikuti kegiatan. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,3 persen menjadi 87,0 persen, atau naik 24,7 poin persentase.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi di lima kelurahan tersebut melibatkan lebih dari 600 peserta dan menunjukkan pola peningkatan pengetahuan setelah edukasi.
Menggunakan Pendekatan Edukasi yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
GEMANTARA tidak hanya mengandalkan penyampaian materi secara konvensional. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penggunaan media edukasi kreatif untuk membantu masyarakat memahami dan mengingat pesan kesehatan.
Salah satunya melalui gerak dan lagu “Air Sehat Kite”, yang dikembangkan sebagai media edukasi mengenai air bersih dan kesehatan keluarga. Lagu dan gerakan digunakan untuk menyampaikan pesan secara lebih partisipatif sehingga kegiatan edukasi menjadi lebih interaktif dan mudah diterima oleh masyarakat.
Pendekatan kreatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas cara penyampaian pesan kesehatan, terutama agar edukasi tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan Program
Pelaksanaan GEMANTARA menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara WCR, PAM Jaya, pemerintah kelurahan, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap isu gizi dan ketahanan air.
Pembelajaran dari pelaksanaan program menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, sementara keterlibatan perempuan dan ibu dapat memperkuat praktik pencegahan stunting di tingkat keluarga. Integrasi antara edukasi gizi, air bersih, sanitasi, dan PHBS juga dinilai penting agar pesan pencegahan stunting dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Ke depan, laporan program merekomendasikan sejumlah langkah lanjutan, antara lain memperluas sosialisasi dan edukasi ke wilayah dengan risiko stunting tinggi, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kader kesehatan, mengembangkan media edukasi digital, melakukan monitoring secara berkala, serta memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan akses terhadap edukasi yang berkelanjutan.
Dari Edukasi Menuju Gerakan Masyarakat yang Berkelanjutan
GEMANTARA menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya membangun keluarga dan komunitas yang lebih tangguh. Pengetahuan mengenai gizi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran mengenai pentingnya air bersih, sanitasi, kebersihan, dan lingkungan yang sehat.
Melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan memperkuat peran komunitas dalam menjaga kesehatan keluarga.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, berdaya, dan memiliki ketahanan dalam menghadapi tantangan kesehatan dan lingkungan.
WCR Indonesia: Membangun Ketahanan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak melalui Kolaborasi Masyarakat

Kegiatan edukasi gizi dan ketahanan air untuk mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara.

Ketua Daya Wanita PAM Jaya, Ibu Lya, dan Direktur WCR Indonesia, Dr. Margaretha Hanita, berfoto bersama dalam kegiatan edukasi gizi dan ketahanan air di Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara.

Peserta mengikuti kegiatan edukasi gizi dan ketahanan air dengan penuh antusias di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Peserta berfoto bersama dalam kegiatan edukasi gizi dan ketahanan air di Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara

Kegiatan edukasi gizi dan ketahanan air dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara.