Rapat Konsolidasi WCR Indonesia Perkuat Strategi Penanganan KBG-RE
WCR Indonesia
08 September 2026
Jakarta — Upaya memperkuat penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Ranah Elektronik (KBG-RE) membutuhkan koordinasi yang berkelanjutan antara aparat penegak hukum, lembaga pemerintah, lembaga perlindungan korban, dan organisasi masyarakat sipil.
Atas dasar tersebut, Woman & Children Resilience (WCR) Indonesia menyelenggarakan Rapat Konsolidasi Penanganan KBG-RE pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Tribeca Room, Hotel Park 5 Simatupang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program penguatan kapasitas dan koordinasi dalam penanganan kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Rapat konsolidasi menjadi ruang untuk merefleksikan berbagai tantangan yang ditemukan dalam penanganan kasus KBG-RE sekaligus memastikan bahwa berbagai intervensi yang dilakukan memiliki arah dan tujuan yang sama.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyidikan, tetapi juga melihat persoalan secara lebih menyeluruh, termasuk kebutuhan korban, mekanisme rujukan, pembuktian elektronik, koordinasi antarlembaga, serta kebutuhan peningkatan kapasitas aparat.
Salah satu perhatian utama dalam konsolidasi adalah masih kompleksnya karakter kasus KBG-RE. Peristiwa kekerasan dapat berlangsung melalui berbagai platform digital, sementara jejak elektronik dapat dengan cepat berpindah, dihapus, disebarluaskan kembali, atau dimanfaatkan untuk melakukan kekerasan lanjutan terhadap korban.
Kondisi tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk memiliki kemampuan teknis sekaligus pemahaman yang kuat mengenai perspektif gender dan perlindungan korban.
Rapat konsolidasi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan materi dan pendekatan dalam Pelatihan Penanganan KBG-RE bagi Penyidik POLRI yang menjadi salah satu tahapan utama program.
Melalui konsolidasi tersebut, WCR Indonesia bersama para mitra berupaya memastikan bahwa peningkatan kapasitas penyidik tidak berhenti pada pemahaman regulasi, tetapi juga mampu diterapkan dalam penanganan kasus secara nyata. Hasil pembahasan menjadi salah satu dasar dalam penyempurnaan materi pelatihan, strategi pembelajaran, serta penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
WCR Indonesia terus mendorong agar penguatan kapasitas aparat dan koordinasi lintas sektor dapat menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas layanan dan penanganan kasus KBG-RE di Indonesia.

Kombes Pol. Lutfi Martadian, S.I.K., S.H., M.H.menyampaikan pandangan dalam Rapat Konsolidasi Penanganan KBG-RE

Peserta mengikuti rangkaian Rapat Konsolidasi Penanganan KBG-RE.

Peserta menyimak pembahasan dan mempersiapkan materi pelatihan KBG-RE bagi penyidik POLRI.

Peserta mengikuti diskusi dalam Rapat Konsolidasi Penanganan KBG-RE.

Peserta bertukar pandangan dalam pembahasan persiapan pelatihan penanganan KBG-RE.